Oleh: Drs Suprayitno | September 28, 2009

Sejarah LABUH SEMBONYO


LABUH SEMBONYO

Tradisi labuh laut larung sembonyo di Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki, digelar kemarin. Meski sederhana namun para nelayan bersemangat saat melarung sesajen ke laut bebas di selatan Pulau Jawa tersebut.

Labuh laut dimulai sekitar pukul 09.00. Sebelum melarung sesaji ke laut bebas, terlebih dulu dilakukan genduri. Yaitu memohon berkah dari Yang Maha Kuasa. Pembacaan doa dengan bahasa Jawa atau biasa disebut ujub, dipimpin sesepuh Desa Besole Wagiyo

Usai berdoa, warga sekitar yang mayoritas nelayan itu lalu berebut sesaji yang diperuntukkan untuk makan bersama. Karena kurang cepat, tak sedikit warga yang tidak kebagian nasi berikut lauk pauknya.

Tradisi rebutan dalam larung sembonyo tidak hanya di darat. Tapi juga di laut. Bahkan hingga dua kali rebutan yang dilakukan para nelayan saat di laut. Pertama, saat sesaji berupa kepala kambing, kulit dan kaki dibuang ke laut. Kedua, saat sepuluh itik yang dilempar hidup-hidup oleh para nelayan.

“Semua sesaji yang dilarung ke laut itu persembahan dari para nelayan dari ketiga kecamatan. Yaitu, Kecamatan Besuki, Campurdarat dan Bandung,” jelas Wagiyo.

Larung sembonyo yang diikuti puluhan perahu nelayan berakhir sekitar pukul 11.30. Selanjutnya, warga menggelar pagelaran kesenian jaranan. Pada malam harinya dilanjutkan tayuban. Kedua kesenian tradisional itu digelar di tempat pelelangan ikan (TPI).

” Saat melakukan serangkaian ritual labuh laut, para nelayan tidak diperkenankan untuk melaut selama 24 jam. Ini diawali dari malam labuh laut hingga siang harinya,”

home


Responses

  1. […] LABUH SEMBONYO […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: