Oleh: Drs Suprayitno | September 28, 2009

Artikel Upacara Siraman Pusaka Kyai Oepas


LATAR BELAKANG PROSESI UPACARA ADAT SIRAMAN PUSAKA “ KANJENG KYAI UPAS “

SUSUNAN ACARA

============================

1. Pembukaan

2. Sambutan Keluarga Pringgo Koesoeman oleh Bp. R.M. INDRONOTO

3. Pembacaan Riwayat Pusaka Tombak “ Kanjeng Kyai Upas “

4. Sambutan Bupati Tulungagung

5. Prosesi Siraman

6. Selamatan / Do’a

7. Penutup

· Pada masyarakat agraris upacara religi memang sangat melekat. Berbagai macam upacara keagamaan atau religi baik yang menyangkut kehidupan keluarga maupun masyarakat merupakan bagian dari kehidupan spiritual mereka.

· Pada umumnya masyarakat menginginkan keadaan aman, tentram dan tidak ada kejadian – kejadian yang mengganggu ketentramannya. Di Kabupaten Tulungagung ada beberapa upacara adat / tradisional yang masih dilestarikan oleh masyarakat pelaku budaya antara lain :

1. Upacara Adat Labuh Laut.

2. Upacara Adat Minta Hujan.

( Manten Kucing )

3. Upacara Adat Ulur – Ulur.

4. Upacara Adat Ruwatan.

5. Upacara Adat Daur Hidup.

6. Upacara Adat Siraman Pusaka, dll.

Adalah Upacara Tradisional Siraman Pusaka “ Kyai Upas “ di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Tulungagung.

Upacara ini mengandung unsur religi karena berkaitan dengan adanya keyakinan masyarakat bahwa Pusaka Kanjeng Kyai Upas adalah pusaka yang keramat dan bertuah sebagai penolak banjir serta penjaga ketentraman Kota Tulungagung

Pusaka yang panjang bilahnya ± 35 cm dengan landeannya ± 4,35 m berasal dari Mataram dibawa oleh R.M.T PRINGGODININGRAT Putera Pangeran NOTO KUSUMO. Di Pekalongan menantu Hamengku Buwono II diangkat menjadi Bupati Kabupaten Ngrawa ( Tulungagung sekarang ), bertahta pada tahun 1792 – 1828.
Pusaka ini menurut masyarakat Tulungagung umumnya, dapat menimbulkan malapetaka banjir, wabah penyakit, dsb apabila dipindahkan dari Tulungagung atau kurang diperhatikan pemeliharaannya.

SEKILAS TENTANG JALANNYA UPACARA SIRAMAN PUSAKA KANJENG KYAI UPAS

1. TAHAP PERSIAPAN

Persiapan upacara dilaksanakan dua atau tiga hari sebelum upacara dimulai dengan menyiapkan beberapa peralatan atau perlengkapan sesaji :

Air Panguripan ( air dari Goa Tritis di Gunung Budeg ± 13 km dari kota )
Air Bilik Tengah
Air Bilik Buntut
Air Tempuran
Air Gothehan
Air Kelapa
Air Sumur
Air Deresan Randu
Air Deresan Pisang
Tujuh macam ayam jantan antara lain :
Ayam Emas Kemambang
Ayam Rajekwesi
Ayam Cemani
Ayam Putih Mulus
Ayam Walik
Ayam Tulak
Ayam Biasa

2. TAHAP RATENGAN

Tahap ratengan atau dapat juga disebut malam tirakatan dilakukan pada hari Kamis malam Jum’at. Pada malam ini para ibu masak ambeng, meracik sesaji. Jumlah ambeng mencapai 30 macam. Para ibu yang memasak sudah berusia lanjut, sedangkan yang memasak bubur atau jenang adalah para ibu yang telah luar sari.

3. TAHAP PELAKSANAAN

Pada hari Jum’at Pahing pagi tanggal 9 Januari 2009 acara siraman pusaka dimulai di Pendopo Kanjengan telah berkumandang suara “ MONGGANG ” yaitu gamelan pelog slendro yang diberi nama : “ Kyai Jinggo Pengasih “

Tepat pada pukul 09.00 WIB siraman pusaka dimulai dengan mengambil pusaka di gedung pusaka menujui tempat siraman yang berbentuk panggung tingginya ± 2,5 cm. Lurup yang terbuat dari Kain Cinde dibuka satu persatu, lurup paling luar adalah Kain Mori. Juru siram adalah Kyai Emban merupakan turun – temurun yang dibantu beberapa orang membersihkan( melaksanakan siraman ) ± 1 jam.

Sedangkan di Gandok belakang dilaksanakan tahlil yang diikuti ± 25 orang santri. Setelah siraman selesai baru diadakan kenduri ( selamatan ) sebagai ucapan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa bahwa pelaksanaan siraman pusaka dapat berjalan dengan selamat.

Ambeng yang berjumlah 30 – 40 buah tidak pernah tersisa karena telah menjadi kepercayaan masyarakat bahwa sederetan ambeng tersebut mempunyai berkah. Sebagai penutup pada malam harinya diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai penghilang rasa penat kepada masyarakat magersari yang ikut membantu pelaksanaan siraman.

home


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: