Oleh: Drs Suprayitno | September 28, 2009

Artikel PERKEMBANGAN BATIK DI TULUNGAGUNG


PERKEMBANGAN BATIK DI TULUNGAGUNG

Oleh M. ANIES MUCHSAN

Pengertian

Batik suatu kata yang kedengarannya sangat sederhana tetapi kalau kita hayati patut berbangga, karena Batik sudah menjadi kata baku Internasional yang merupakan pengakuan dunia pada hasil karya seni diatas merupakan karya ciptaan asli nenek moyang leluhur kita yang bernilai tinggi.

Batik merupakan seni dan keahlian yang turun temurun yang menjadikan salah satu sumber penghidupan yang memberikan lapangan kerja bagi warga masyarakat juga sebagai penyaluran kreasi yang mempunyai arti tersendiri dan kadang dihubungkan dengan tradisi, kepercayaan dan sumber kehidupan yang berkembang dalam masyarakat.

Batik semula hanya diperuntukkan bagi Kerabat Keraton, namun sesuai perkembangan zaman akhirnya masyarakat luas bisa memakai dan membuat batik. Batik hanya bisa dipakai sebagai piranti pada segi Magis Religius yang sampai sekarang masih digunakan pada upacara seperti :

® Upacara Pinangan memakai batik motif PAMILUTO

® Upacara Pernikahan , sepasang pengantin memakai kain batik motif

SIDOMUKTI, sedang orang tua memakai batik motif TRUNTUM .

® Upacara Boyongan, pemilik rumah yang akan menempati rumah baru biasanya

memakai batik motif TAMBAL .

Perkembangan selanjutnya batik dapat menyesuaiakan diri dengan kenyataan-kenyataan yang tumbuh dimasyarakat. Batik yang semula hanya untuk dipakai dalam upacara Magis Religius ternyata sekarang Batik tidak hanya dipakai sebagai Nyamping dan Dodot oleh Kerabat Keraton. Dengan mengikuti aras zaman, Batik dapat dipakai oleh masyarakat umum sebagai kebutuhan sandang/busana maupun untuk keperluan rumah tangga dan lain sebagainya, misal untuk taplak meja, sprei, sarung-bantal kursi, korden dan bahkan sekarang sebagai tutup lemari es, galon Aqua dll .

Batik Tulungagung

Pada saat ini di tulungagung ada 3 type menurut daerah pusat pembatikan, yaitu : Bangoan dan sekitarnya, Majan dan sekitarnya, Kalangbret dan sekitarnya.

1. Batik Bagoan.

Dibuat di daerah Bangoan dan sekitarnya . Batik Bangoan dibuat secara tulis kasar. Motif Batik Bangoan umumnya bermotif semen, sekar jagad, sidomukti, dan lereng. Warna Batik biru tua (wedelan) dan coklat tua ( soga ). Proses dikerjakan secara kerokan (susukan) .

2. Batik Majanan.

Dibuat di daerah Majan dan sekitarnya. Batik Majanan dibuat secara tulis, sedang sampai halus. Motif batik Majan ini bermotif gringsing sebagai motif dasar dan bentuk buketan (bunga) ditengah-tengahnya.

Warna batik Majanan ini berwarna coklat (soga) warna dasar pada gringsing. Sedang pada buketan berwarna biru muda, biru tua, kuning, dan kadang-kadang warna violet dan merah yang dikerjakan secara toletan. Sedang proses pengerjaannya secara lorodan (kebyok).

3. Batik Kalangbret dan sekitaranya (Kambretan).

Dibuat di daerah Kalangbret dan sekitarnya secara tulis maupun cap-capan.Tipe batik Kambretan yaitu tulisnya dibuat secara sedang sampai halus dan pada buketannya tidak diberi warna warni hanya warna coklat (soga) dan warna biru tua ( wedelan). Sedangkan batik cap-capan di daerah ini sangat banyak motifnya. Motif-motif itu hasil penggabungan dari motif-motif dari daerah lain, misalnya : Solo, Yogyakarta, Banyumas dan lain-lainnya, yang akhirnya menjadi motif khas Tulungagung. Proses pengerjaan batik Kalangbret secara lorodan ( kebyok ) dan disamping itu khusus batik cap dapat dikerjakan secara pres.

Sesuai dengan kemajuan jaman dan tekhnologi, dalam dunia batikpun mengalami hal yang serupa yaitu dibidang desain, bahan dasar, maupun prosesnya. Perkembangan tersebut sesuai dengan permintaan konsumen.

Pada awalnya batik hanya dikerjakan secara tulis, selanjutan mengalami perkembangan yaitu secara cap-capan, kemudian secara printing (sablon). Kemungkinan dikemudian hari batikpun bisa mengalami kemajuan sesuai dengan perkembangan tekhnologi, mungkin juga bisa diproses secara foto copy .

Tekhnik Membuat Batik

Yang dimaksud dengan teknik membuat batik adalah proses-proses pekerjaan dari permulaan yaitu dari mori batik sampai menjadi kain batik . Pekerjaan dari mori batik menjadi kain batik dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu

1. Persiapan .

Yaitu berbagai macam pekerjaan pada mori hingga menjadi kain yang siap untuk dibatik. Pekerjaan persiapan itu antara lain ;

1.1 memotong mori sesuai ukuran yang diinginkan

1.2 mencuci ( dikanji jika perlu )

1.3 mengeringkan

2. Membuat Batik .

Yaitu berbagai macam pekerjaan dalam membuat batik yang sebenarnya, dan pekerjaan itu meliputi 3 macam pekerjaan utama , diantaranya

2.1 pelekatan lilin batik pada kain untuk membuat motif batik yang dikehendaki

2.2 pewarnaan batik

2.3 menghilangkan lilin yang telah melekat pad permukaan kain yang disebut nglorod/ngebyak/mbabar.

Macam-macam Tekhnik Pembuatan Batik

Ada 3 macam tekhnik dalam pembuatan Batik yaitu :

1. Batik Kerokan, urutan kerjanya :
mori dipotong
dibatik klowong
di batiktembokan
diwedel (warna biru dongker )
dikerok ( menghilangkan sebagian tertentu lilin )
dibironi ( ditutup lilin bagian biru dan putih )
disoga ( diwarna coklat )
dilorod ( menghilangkan lilin )

2. Batik Lorotan, urutan kerjanya :
mori dipotong

b. dibatik klowong dan tembokan
diwedel ( warna biru dongker )
dilorod / dikebyok
dibironi ( ditutup lilin bagian biru danputih )
disoga ( diwarna coklat )
dilorod ( menghilangkan lilin )

3. Batik Bedesan, urutan kerjaannya :
mori dipotong
dibatik tembokan
disoga
dibatik klowong
diwedel
dilorod.

Bahan – bahan Batik

Ada beberapa bahan yang dibutuhkan dalam memproses batik, diantaranya Mori/kain batik, lilin batik, zat warna batik, dan obat-obat pembantu .

1. Mori adalah kain yang terbuat dari katun. Ada bebarapa jenis kain mori yaitu :
Mori Primissima, yaitu jenis kain mori yang paling halus
Mori Prima, yaitu mori halus
Mori Biru, yaitu mori sedang

2. Lilin Batik

Lilin batik adalah bahan yang dipakai untuk menutup permukaan kain menurut motif yang dikehendaki.

Lilin batik terdiri dari campuran beberapa bahan pokok lilin yaitu gondorukem,damar, parafin, gajoh, lilin tawon/lilin lanceng.

3. Zat warna, terdiri dari:
Napthol
Indigosol
Remasol
Indantren
Rapid
4. Obat peramu
Soda kustik
Soda abu
HCL
Water glass
Jenis – jenis Batik

1. Baatik Tulis

Batik yang prosesnya ditulis dengan canting

2. Batik Cap

Batik yang prosesnya dicap memakai cap yang terbuat dari tembaga dengan motif tertentu

3. Batik Lukis

Batik yang prosesnya dilukis dengan kwas maupun canting yang biasanya sebagai kuasan dinding

4. Batik Printing

Batik yang prosesnya disablon dengan scren motif batik tertentu

Batik Gajah Mada Khas Tulungagung

Batik Gajah Mada khas Tulungagung merupakan aset daerah yang tidak boleh kita acuhkan begitu saja. Sebab timbulnya sebutan suatu produk tertentu yang dimiliki oleh suatu daerah tidaklah secepat yang kita bayangkan, melainkan melalui proses yang panjang .Baik itu dilihat dari latar belakang sejarahnya , pasang surutnya pasar, sampai pada persaingan perdagangan batik itu sendiri .

Jika mencoba melihat dari sejarah nama “ Gajah Mada “ itu sendiri, ada beberapa pendapat yang menerangkan arti nama tersebut .

1. Dalam perjalanannya, Patih Gajah Mada dalam menyatukan wilayah nusantara, pernah singgah di Tulungagung kala itu, memberikan kisah-kisahnya pada pembesar katumenggungan pada dan dituangkan pada aneka warna dalam batik.

2. Gajah Mada dalam menyatukan aneka daerah di nusantara, disinonimkan pula dalam aneka corak /gambar dalam batik. Beberapa gambar seperti ikan, ayam, aneka buah-buahan, tanaman dll, disatukan dalam satu karya batik

3. Banyak masyarakat disekitar daerah Kalangbret, mendengarkan cerita-cerita dari leluhurnya, bahwa pada saat Nyi Roro Kembang Sore masih hidup

hampir setiap malam hari biasanya di Gunung Bolorejo terdengar suara semruitnya canting batik milik Nyi Roro Kembang Sore ditiup,walau dalam radius 2 kilometer lebih suara itu bisa didengar. Dijelaskan bahwa Nyi Roro Kembang Sore sedang membatik, dan batiknya adalah batik Gajah Mada.

4. Ada juga beberapa pendapat yang mengatakan bahwa pengambilan nama Gajah Mada pada Batik khas Tulungagung diambil oleh karena keheroikan atau popularitas nama Gajah Mada yang ngentren pada waktu itu sebagai nama yang mengakar di hati masyarakat Tulungagung. Jadi pengambilan nama itu semata-mata hanya untuk menandai pasaran Batik Tulungagung yang pada waktu itu amat laku .Dan seterusnya pemakaian nama itu bertahan hingga sekarang .

Demikian sekilas tentang apa itu batik dan sekilas sejarah tentang nama Batik Gajah Mada itu sendiri . .

Tulungagung, Desember 2003

home


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: