Oleh: Drs Suprayitno | September 28, 2009

Artikel PERKEMBANGAN SENI DAN BUDAYA SERTA PELESTARIANNYA


PERKEMBANGAN SENI DAN BUDAYA SERTA PELESTARIANNYA
Oleh : SOEHARTO, BA

Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dan merupakan pula negara agraris yang kaya dengan khasanah budaya, sehingga negara ini di tuntut perkembangan pembangunan yang pesat dan pelestarian adat yang kuat .

Pembangunan di negara kita adalah Pembangunan manusia seutuhnya menunju masyarakat yang adil dan makmur. Berbicara pembangunan adalah kegiatan perubahan yang direncanakan guna mencapai kebaikan yang sempurna, untuk itu pembangunan yang pesat pasti akan timbul perubahan dalam segala bidang.

Pembangunan fisik Tulungagung nampak jelas perubahan-perubahan gedungnya, bahkan menghilangkan kesan-kesan bangunan lama, nampak jelas di Tulungagung sekarang bahwa bangunan yang lama dan bersejarah tinggal Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa dan Masjid Al-Munawar yang tinggal fungsinya saja ,sedangkan yang hilang fungsi dan bangunannya , misalnya:

1. Rumah Bupati Pringgokoesoema, yang dulu berfungsi sebagai tempat Pusaka Kanjeng Kyai Upas dan Dalem Pringgokoesoeman yang terletak di Jl. Panglima Jendral Sudirman.

2. Gedung Kontroliran, sekarang menjadi Kantor Pengawasan Kabupaten Tulungagung.

3. Gedung AR ( Asisten Residen ) menjadi Gedung DPRD.

4. Taman Makam Bahagia menjadi TK Dharma Wanita.

5. Gedung Penjara menjadi Kantor Bea Cukai dan SMPN I Tulungagung .

6. Tugu Wilhelmina, yang letaknya dulu di Tugu Kartini yang sekarang, dan bangunan lainnya .

Perubahan ini tidak hanya bangunan fisik saja tetapi juga termasuk Seni dan Budayanya, karena Tulungagung memiliki Motto “ PEMBANGUNAN INGANDAYA MENUJU TULUNGAGUNG BERSINAR “, oleh karena itu maka banyak seni dan budaya yang mengalami perubahan, misalnya Seni Jaranan, yang dulu terkenal dengan Jaranan Pegon/Jawa, sekarang mengalami perubahan

yang sangat menonjol menjadi Seni Jaranan Campursari dengan nuansa penuh dangdut.

Adapun perubahan budaya, budaya adat banyak yang dikurangi bahkan kadang- kadang dihapuskan, misalnya :upacara adat siraman mantu, upacara adat tingkepan, bahkan pakaian adatpun diubah yang pada akhirnya mengurangi khas adat yang bersangkutan.

Kalau kita amati, kurangnya pelestarian seni dan budaya dikarenakan hal-hal sebagaibeikut :

1. Diambil praktisnya, seperti misalnya ; karena resepsi manten memakan waktu yang lama maka resepsi diganti dengan cara Standing Party

2. Dikarenakan sukaranya untuk mempelajari seni dan budaya, maka pada umumnya kesenian sukar dilaksanakan dan dipelajari, sehingga perkembangannya lambat dan bisa hilang, contohnya : wayang orang, karena pemain wayang orang dituntut bisa wirogo, wicora, langen suara dan busana yang telah ditentukan.

3. Karena pengaruh seni budaya dari luar dan perkembangan mode pada dewasa ini, maka Pakaian Adat ditinggalkan, padahal mode dewasa ini banyak yang bertentangan dengan norma tata krama, misalnya : para remaja yang berpakaian ketat bahkan menampakkan pusar dan pinggang bagian belakang.

4. Faktor ekonomi, karena upacara adat memerlukan biaya yang tidak sedikit.

5. Terbatasnya sarana dan sukarnya pengadaan sarana dikarenakan ahlinya sudah tidak ada di Tulungagung , misal mencari pembuat blankon saja sudah tidak ada .

Pada akhirnya kita masih perlu melestarikan seni dan budaya yang dapat berjalan dengan situasi dan kondisi pada dewasa ini untuk mempertahankan ciri khas masing-masing, misalnya Pakaian Adat Daerah Tulungagung sebagai Jatidiri warga Tulungagung . Apabila seni dan budaya ini tidak dilestaraikan , maka akan ada kemungkinan diambil alih oleh daerah lain, misalnya Jaranan Turonggo Yaksa asli dari Kedungcangkring Kecamatan Pagerwojo sekarang Hak Patennya sudah menjadi milik Kabupaten Trenggalek, bahkan Reog Kendang Tulungagung akan diminta oleh Kabupaten Kediri.

Untuk itu mari kita bersama-sama menggali bagaimana Pakaian Adat Tulungagung .

home

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: